Pulang sekolah, Melody langsung buru-buru menuju parkiran dimana Anggara menunggu di sana. Sesekali ia menoleh ke belakang, berharap agar tidak ada yang mengikutinya lalu menyekap dirinya seperti waktu dulu. "Melody," ujar seseorang. Melody melotot, seketika semua ototnya menjadi lemas. Ia berusaha bersikap santai seperti biasanya, namun gemetar tubuhnya tidak bisa berbohong bahwa Mel benar-benar sangat takut. "K-kak Dewa, ngapain di sini?" Pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja. "Sekolah, lah. Gua, kan, sekolah di sini." Benar juga. Reaksi tubuh Mel sangat bergetar, tulang-tulang ditubuhnya seakan ingin melepaskan diri dari tempatnya. Melody lemas sekali. "Pulang sama siapa?" tanya Dewa. "Di jemput abang," sahut Melody. Ia sebisa mungkin menahan gugup di hadapan Dewa. "Lo kenapa si

