Pagi hari ini, Melody dan keluarganya berencana untuk membesuk sang Ayah yang mendekam di penjara. Anggara sebenarnya belum sepenuhnya memaafkan ayahnya, begitupun Melody. Namun, Yunita ibu mereka selalu mengatakan seperti... "Allah saja Maha Pemaaf, masa kita yang cuma hamba-Nya tidak bisa?" Maka dari itu, perlahan-lahan keduanya mulai mengingat semua kebaikan, kasih sayang, juga pelukan hangat sang Ayah dahulu. Perlahan-lahan juga mereka mencoba memaafkan kesalahan yang telah diperbuat sang Ayah. "Sudah siap?" Tanya Yunita. "Sudah, Ma. Melody ambil tas dulu sebentar," ujar Melody. "Kalau gitu Gara juga mau panasin mesin mobil dulu," timpal Gara. "Ya, sudah. Lagipula masih keburu, kantor polisi nya tidak terlalu jauh." Setelah semuanya siap, Yunita dan Melody berjalan keluar, tidak

