Semua orang. Melody, Danis, Aniya, Anggara, dan Geng Elang menunggu di depan ruangan dimana transfusi darah tengah berlangsung. Mahesa pasti akan baik-baik saja dan segera sadar. Sedangkan sang ayah terlihat tenang, tetapi jauh dalam dirinya ia juga mencemaskan keadaan Putranya itu. "Om tenang aja, Mahesa pasti baik-baik aja. Dokter juga pasti akan melakukan yang terbaik buat dia," ujar Andra menenangkan. "Bener tuh, Om. Mahesa itu kuat, nggak takut sama apapun, kecuali kucing sih. Dia sampai lari kenceng banget gara-gara dikasih kucing," adu Rama mengingat kelakuan lucu Mahesa dahulu saat ingin gabung menjadi anggota Elang. "Haha, fakta tuh, Om. Saya sampai sakit perut waktu itu liat dia lari muter-muter di atap sekolah gara-gara kucing." Wildan menimpali. "Masih inget lu, Wil?" Tany

