56. Kritis

3023 Kata

Setiap sore hari, sepulang sekolah Melody selalu datang untuk menjenguk Mahesa. Bahkan pernah dirinya sampai menginap di ruangan lelaki itu, karena dia mau menjadi yang pertama melihat ketika Mahesa membuka mata. Melody juga tidak pernah bosan untuk mengajak lelaki yang terbaring lemah itu untuk bicara, walaupun dia sendiri tahu Mahesa tidak akan mendengar atau membalasnya. Namun, setidaknya ia masih berharap agar lelaki itu segera sadar. Lalu tidak lama terdengar suara langkah kaki dari luar, langkah itu bukan hanya satu orang, tetapi seperti segerombolan orang. Siapa orang itu? Pintu dibuka, lalu Melody melihat ada banyak sekali lelaki berandalan seperti geng Elang. Ya, Melody masih mengenal geng itu. Namun tidak dengan nama mereka semua. Karena Melody pernah bertemu mereka ketika diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN