54. Terungkap 2

2937 Kata

Mahesa masih mengerang kesakitan, keringat dingin juga bercucuran dari dahinya. Melody segera mengangkat kepala lelaki itu untuk ditaruh di atas pahanya. Melody menepuk-nepuk pipi Mahesa, berharap agar lelaki itu sadar lebih lama. "Cha, Echa nggak boleh pingsan. Nggak boleh, nggak boleh tinggalin Mel." Melody berujar panik. "Telponin ambulans!" "Nggak usah teriak-teriak, Mel." Mahesa berujar dengan terbata-bata. "Keadaan kamu lagi genting, Mel mana bisa diem aja." Mahesa memejamkan matanya, meringis menahan sakit diperutnya yang semakin menusuk. Adela memang benar-benar psikopat gila. Nggak waras. Adela justru tertawa seperti orang gila, gadis itu tertawa sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia berjalan mendekat ke arah Mahesa, lalu berbalik menatap semuanya. Benar-benar seperti or

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN