Sejak saat Melody menjenguk Adela hari itu, dirinya jadi terus kepikiran dengan gadis itu. Setelah hukuman berakhir, mayatnya akan dibawa kemana? Dikuburkan atau tidak? Itu terus yang melintas dipikiran Melody tentang gadis itu. Sejahat-jahatnya seseorang pada kita, kita harus tetap baik pada orang itu, terlebih Adela pernah mengisi hari-hari Melody sebagai sahabat. Bagaimana bisa Melody tidak kepikiran dengan masalah sebesar ini? Sebenarnya ingin menolong, tapi dirinya bisa apa? Yang bersalah memang harus dihukum, bukan? "Mel bisa, Mel nggak boleh kepikiran terus, nanti yang ada mengganggu semuanya. Belajar, menulis, terus ujung-ujungnya karya Mel nggak selesai-selesai. Mending sekarang Mel nulis aja ah." Gadis itu kemudian berjalan menuju meja belajar, tempat dirinya sehari-hari belaj

