Yunita dan Anggara yang tengah menonton televisi di ruang tengah menoleh ketika pintu depan dibuka, ternyata Melody dan Mahesa. Keduanya berjalan sembari bergandengan tangan, membuat Anggara berulah lagi. "Ehem. Bau-bau pasangan baru, nih. Gimana, Sa?" "Sukses. Berkat doa kalian berdua ini kayaknya." "Wih, mantap. Jadi udah resmi nih sekarang?" "Udah." "Alhamdulillah, baik-baik dalam berhubungan, ya. Jauhi yang berbau negatif." Yunita tersenyum. Walaupun begitu, mata Anggara tidak lepas pada barang yang dibawa oleh Melody. Seperti mencium aroma makanan gratis. "Apaan tuh Mel," tunjuk Anggara pada sesuatu yang dibawa oleh adiknya. "Sama makanan aja mata Lo awas banget. Nih, ada punya Mama juga." "Wih, makasih banyak." "Makan dah, gua yakin langsung jingkrak-jingkrak Lo." Kadang,

