WARNING!! Mengandung adegan pembunuhan, dan kata-k********r. Hujan deras mengguyur kota Jakarta malam ini, sedikit-sedikit membuang polusi udara yang menyesakkan d**a. Bau harum dari tanah yang tersiram air hujan menyapa penciuman Melody. Gadis itu tengah menyeruput coklat hangat buatan mamahnya. Melody sendiri tidak paham kenapa bisa tumbuh kepribadian lain dalam tubuhnya, namun ia sudah sering konsultasi dengan psikolog agar Delina tidak lagi membuat masalah. Melody benar-benar tidak ingat apa yang diperbuat Delina, karena tubuhnya dikendalikan penuh oleh kepribadiannya yang lain itu. "Dek, kenapa belum tidur?" sapa Anggara yang baru saja memasuki kamar adiknya. Melody duduk di meja belajarnya sambil menatap keluar jendela yang tengah turun hujan. Suara rintik hujan yang bersentuhan

