Abidzar memakai jaketnya dengan cepat. Ia harus segera ke rumah sakit. Dua hari yang lalu ia sudah diijinkan pulang, dan Fanin masih di sana. Ia mendengar kabar jika istrinya sudah sadar, ia ingin kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Fanin. Abidzar memakai mobil milik Mamanya yang ia ambil kemarin. Mobilnya hancur, untung sudah ia asuransikan. Perjalanan lengang di pertengahan hari membuat Abidzar senang, ia tidak harus bermacet-macetan di jalanan yang cukup panas ini. Meski keningnya masih ada sedikit perban, Abidzar tak peduli. Menurutnya ia tetap tampan. Tak butuh waktu lama, Abidzar sudah sampai di rumah sakit, langkah lebar ia buat untuk mempercepat agar dirinya bisa bertemu Fanin. "Assalamu'alaikum," salamnya ketika sudah sampai di ruangan Fanin. "Wa'alaikumsalam," di sana

