Jangan Melupakan ALLAH

1504 Kata

Suasana kamar inap ini cukup gaduh, gelas dan obat berjatuhan, selimut tergulung di lantai. Karena , Novi tengah berusaha melepaskan infus yang menancap di tangannya. Meski harus berkali-kali meringis, usahanya membuahkan hasil, infus itu terlepas dari tangannya. Abidzar harus ia kejar. Novi tidak ingin Abidzar bahagia bersama Fanin. Dengan susah payah ia turun dari ranjang, saat mencoba berdiri pun ia terjatuh terduduk. Semua itu tak menghapuskan niatnya. Justru membuatnya semangat. "Kalo gue gak bisa bikin Abidzar cinta sama gue. Gue harus bikin Abidzar benci Fanin," katanya seraya mencoba menggapai kursi roda. Ia menoleh ketika pintu terbuka, menunjukkan wajah pembantunya yang terkejut. "Non Novi mau ke mana?" tanya Bi Ainah seraya membantu Novi duduk di kursi roda. Novi hanya dia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN