Ketika sadar siapa yang menyibak tirai miliknya. Sang peramal terkejut bukan main. Seorang pria yang tidaklah asing baginya dan seorang wanita yang tidak pernah dia lihat sebelum ini. Kontan saja sang peramal menundukan kepalanya ketika mereka berdua duduk dihadapannya. “Yang Mulia—” “Jangan mengkhawatirkan apapun. Aku kemari karena ingin mendengarkan takdirku sekali lagi,” potong Feliks. Dikatakan begitu sang peramal lantas menaikan kepalanya sehingga sejajar dengan kedua orang insan yang telah duduk dihadapannya. Meski diliputi kebimbangan dia mulai menyesuaikan diri kembali. Mana mungkin dirinya melupakan apa yang terjadi dua tahun lalu? tepat saat ramalan buruk yang dia katakan pada sang kaisar yang dulu masih putra mahkota benar-benar terjadi. Tentu saja dirinya merasa bersalah seb

