20-Tak Pantas

1375 Kata

Amelia panik saat mendengar kabar dari suaminya. Ia bergegas mengambil koper besar, menyeretnya hingga ke depan lemari dan mulai mengambil baju. Tidak jauh dari tempatnya, Ery memperhatikan Amelia sambil satu tangannya memegang ponsel yang ia tempelkan di telinga. “Pantau dia, jangan sampai dia kenapa-napa!!” perintahnya. “Demi Tuhan!! Selamatkan adikku!!” ucap Amelia dengan air mata mulai turun ke pipi. Beberapa menit yang lalu Amelia diberi tahu Ery. Ia kaget mendapat informasi adiknya masuk rumah sakit. Entah sakit apa Amelia belum tahu, satu yang pasti ia takut adiknya kenapa-napa. Satu lagi, Amelia mulai tidak asing dengan nama Ziddan Jerry Fabiano. Ia berulang kali mengingat dan pernah tahu nama itu, selain dari Caca tentu saja. “Amel, tenang. Besok pagi kita pulang. Berdoa se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN