Beberapa tahun yang lalu Amelia berlari menyusuri lorong rumah sakit. Rambut yang ia biarkan tergerai menjadi berantakan karenanya. Tapi ia tidak peduli, yang ada di kepalanya hanya keluarganya. Saat jam pelajaran tiba-tiba guru BP memanggilnya. Amelia kira, ia dipanggil karena menjaili adik kelasnya. Tapi apa yang dipikiran melenceng jauh. Ia mendapat berita duka, orangtua beserta adik dan kakaknya mengalami kecelakaan. Napas Amelia terengah, ia melihat beberapa polisi menjaga di depan sebuah ruangan. Ia yakin, itu adalah ruangan salah satu keluarganya. “Ingin bertemu siapa, Dek?” tanya polisi itu. “Mama.. Papa... Hiks..” Hanya itu yang terucap. Air matanya mulai mengalir. Polisi itu membawa Amelia ke sebuah ruangan. Ia melihat dua tubuh yang sudah ditutupi selimut rumah sakit. Tu

