Ziddan membuka pintu ruang perawatan Caca. Tubuhnya langsung kaku, saat melihat Amelia sedang memeluk Caca. “Aku ibu yang jahat, Kak.” Entah kenapa ucapan Caca seperti melumpuhkan syaraf-syaraf Ziddan hingga ia tidak bisa menggerakan tubuhnya. Ziddan melihat adegan haru itu dengan perasaan sedih. Ia menarik napas lalu mengembuskannya dengan pelam. Ia berdoa kepada Tuhan agar mampu melewati kondisi ini. Ziddan berjalan dengan kaki yang terasa berat. Merasa ada seseorang di belakangnya, Amelia mengurai pelukan. Ia menoleh ke belakang, amarah Amelia kembali naik saat melihat Ziddan. Tapi ia tidak bisa meluapkan segala emosinya di depan adiknya. Amelia melirik Ziddan meremehkan, kemudian menatap Caca. “Kamu istirahat ya. Biar cepat sembuh.” Ziddan sudah tidak tahan untuk memeluk istrinya

