Setelah diperiksa Lissa memakan bubur. Ia masih belum bisa makan sendiri, karena itu ia dibantu Amelia yang menunggunya sejak semalam. Oh jangan lupakan Ziddan. Semalam Ziddan menemani Lissa, tapi wanita itu tidak mengacuhkan. “Kenyang, Kak.” Lissa menjauhkan wajah dari suapan dari kakaknya. “Minum dulu, Lisaa.” Amelia hendak mengulurkan air minum ke Lissa. Lissa meminum air mineral itu hingga setengah botol. Ia suka dengan panggilannya saat ini, cocok untuk orang yang sudah dewasa. Tidak seperti panggilan Caca yang terlihat seperti anak kecil itu. Lissa tersenyum ke Amelia lalu berbaring. “Kak Ery sama si kecil nggak ke sini, Kak?” Amelia meletakkan mangkuk bubur di nakas dan kembali duduk di samping adiknya. “Ery nanti ke sini. Kalau si kecil kayaknya enggak deh. Dia rewel. Mungkin k

