Lissa kembali digendong oleh Ziddan saat sampai di depan rumah. Ia masih terdiam dalam pelukan Ziddan. Tangannya hanya melingkar di leher Ziddan sedangkan kepalanya tidak bersandar ke pundak lelaki itu. “Istirahat ya. Nanti aku bangunin buat makan dan minum obat.” Ziddan membaringkan Lissa di ranjang lalu menarik selimut hingga menutupi d**a Lissa. Ziddan menunduk dan mencium kening Lissa lembut dan lama. Setelah itu Ziddan keluar dari kamar. Sesampainya di bawah, Ziddan melihat kebahagiaan Amelia, suami dan anaknya. Ziddan iri, andai anaknya masih ada pasti tidak lama lagi ia akan seperti itu. Ziddan berjalan mendekati ruang tengah dan duduk di sofa single depan Amelia. “Lissa tidur?” tanya Amelia. Ziddan mengangguk sambil menatap Amelia yang masih menatapnya dengan emosi itu. Ziddan

