Pagi hari sekali Ziddan siap dengan mobilnya. Ia mengambil koper milik Lissa dan meletakkannya di bagasi. Ini hari pertama Ziddan melancarkan aksinya, ia tetap harus optimis bisa mengubah keputusan Lissa. “Sayang!! Ayo cepat!! Keburu siang!” Ziddan masuk mobil dan menunggu Lissa di sana. Hari ini ia akan mengajak Lissa ke puncak. Semalam Ziddan tidak bisa tidur nyenyak. Merasakan seseorang yang akan meninggalkannya membuatnya takut memejamkan mata. Takut saat ia bangun orang itu sudah tidak ada di sampingnya. “Aku siap,” jawab Lissa. Ziddan meneliti penampilan Lissa. Summer dress putih dengan kerutan berwarna cokelat di bagian pinggang, di bagian bawah bermotif bunga warna merah dan panjang dress itu mencapai atas lutut Lissa. “Cantik,” puji Ziddan. Lissa tertunduk malu mendengar pu

