Lissa menatap Ziddan yang duduk di depan pintu kamarnya itu. Ia segera melepas pelukan Amelia dan berlari menghampiri suaminya. Lalu ia memeluk tubuh lemas Ziddan. “Kenapa kamu pergi?” Ziddan membalas pelukan Lissa dengan erat. Ia menyandarkan kepala di lekukan leher Lissa. Amelia melihat adegan itu dengan haru. Di mana Ziddan yang terlihat angkuh kini menjadi lelaki yang bisa dibilang cengeng. Amelia menggendong anaknya lalu berjalan mendekati pasangan itu. “Selesaikan urusan kalian. Aku harap keputusan yang kalian ambil adalah yang terbaik,” ucapnya kemudian pergi meninggalkan kamar Lissa. Saat Amelia menuruni tangga ia bertemu dengan Cikko dan lelaki itu menatapnya penuh tanya. “Maaf Cikko. Aku rasa jangan ganggu Lissa dulu. Mereka harus menyelesaikan masalah mereka.” “Aku sebenarny

