“Hahaha....” Malam hari, di kamar Lissa penuh dengan suara canda dan tawa. Lissa, Amelia dan Cikko mentertawakan tingkah lucu Princess. Lissa bahkan sampai memegang perut karena terlalu banyak tertawa. “Astaga!! Perutku sampai sakit!!” ucap Lissa disela tawanya. Cikko dan Amelia saling pandang. Mereka bersyukur akhirnya Lissa bisa tertawa lepas seperti ini. Cikko mendekati Lissa dan menggusap pundaknya. “Berhenti tertawa. Nanti perutmu makin sakit,” ucapnya lembut. Hening. Tidak ada yang bersuara kembali. Lissa masih menormalkan napasnya. Sedangkan si sumber kelucuan tertidur pulas di pangkuan mamanya. Amelia menunduk, walaupun ia tadi tertawa tapi ia masih memikirkan hubungan Lissa dan Ziddan. Apalagi dua hari lagi ia dan suami harus segera kembali ke Spanyol. “Lis. Kakak pengen ng

