Chapter 48

1450 Kata

7 bulan kemudian. Keadaan tampak menegang dan heboh, ketika pagi-pagi sekali Lizy merintih kesakitan sambil memegangi perutnya. Lukas tak jadi pergi ke kantor, dan Liu berlarian untuk membantu Lizy yang kesakitan. “Akh! Sakit!” Lizy terus berteriak di dalam mobil. Lukas terus menenangkan sang istri dan mengusapi wajahnya yang berkeringat. Sedangkan Liu ada di kursi depan bersama sopir. “Tahan sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit,” bisik Lukas. “Ini sakit Lukas, akh!” Lizy melengkungkan punggungnya sambil menekan perutnya yang besar. Air mata sudah mengalir dan keringat membanjiri wajahnya. Lukas pun membantu Lizy mengusapi perut besar sang istri, meski Lizy tak bisa diam sama sekali. Perut Lizy tampak bergerak karena bayi mereka hendak keluar dan mencari jalan. “Kenapa s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN