Aku dan Lizy menikah sudah satu tahun lebih, dan usia putri kami enam bulan. Dia wanita yang paling aku inginkan, di pertemuan pertama kami di pesta saat itu. Sikapnya yang lugu dan malu-malu, dua bahkan begitu kaku pada pria. Saat aku menyentuh pinggulnya, dia terkejut dan seakan takut. Wajah cantiknya yang khas pun seakan menyihirku. Sepuluh tahun aku menduda, sampai usiaku matang. Berbagai wanita pernah kucoba, tapi semuanya bersikap jalang. Aku tak akan menikahi wanita yang seperti jalang, yang menginginkan hartaku. “Mamm ... Mamm ...” Aku tersenyum saat mendengar suara bayi yang merdu, dari sampingku. Aku membuka mata dengan perlahan dan membalikkan posisi menjadi menyamping. Di depanku, ada anakku yang sudah terbangun dari tidurnya, sedang memasukkan jempolnya ke dalam mulut. Aku
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


