“Lizy!” sebuah panggilan terdengar. Lizy menoleh saat seseorang memanggilnya dari pintu masuk, ia masih tersenyum manis dan juga sopan. “Calvin,” katanya dengan sopan. “Kau baru datang?” tanya Calvin begitu dia berdiri di depan Lizy. Gadis itu mengangguk mengiyakan. “Aku baru datang, kau sendiri tumben sekali.” “Aku sengaja datang terlambat, karena hari ini ada meeting di salah satu Mall cabang. Aku sudah menyiapkan bahan meeting-nya, dan aku membutuhkanmu untuk menemaniku dari divisi marketing.” Lizy mengerutkan dahinya. “Kenapa aku?” “Aku sudah meminta Tina untuk menemaniku, tapi ternyata dia harus menangani pekerjaan lain, jadi aku memintamu,” katanya. Lizy terdiam, kemudian mengangguk menyetujuinya. Lagi pula Calvin adalah atasannya, jadi dia harus mengikuti apa perintah

