Waktu berlalu dengan cepat, sudah dua minggu sejak mereka melakukan liburan musim panas. Keadaan kembali seperti semula, begitu pun dengan hubungan Lukas dan Lizy, yang setiap harinya semakin erat dan romantis. Namun ada yang sedikit berbeda, Calvin terus-terusan merongrong Lukas untuk mengetahui siapa wanita yang akan menjadi ibu tirinya. Karena ketakutan terbesar Calvin adalah apa yang dia pikirkan akan jadi kenyataan. Lizy masih bekerja sebagai staf marketing, sesekali mencuri waktu saat jam istirahat untuk ke ruangan Lukas. Ia bahkan sering membawa bekal makan siang untuk makan berdua dengan Lukas. Seperti hari ini, saat jam istirahat ia menyelinap tanpa ketahuan siapa pun, membawa satu kotak makan siang untuk Lukas. “Makanlah,” ujar Lizy sambil menyodorkan kotak makannya pada Lukas.

