“Kau kenapa?” tanya Lukas. Pria itu menutup bukunya dan menaruhnya di nakas, ia menatap Lizy dan menyelipkan rambut Lizy ke belakang telinganya. Kemudian menciumi rahang Lizy. “Aku sedang kesal, Calvin tidak mau menganggapku mommy-nya,” jawab Lizy dengan wajah merengut. “Jangan pikirkan Calvin,” balas Lukas. Lukas menciumi leher Lizy sampai bahunya. Ia juga membuka satu persatu kancing piama Lizy, hingga terlepas semua, kemudian melemparkannya. Lukas masih menciumi d**a Lizy, ia juga memainkan p******a Lizy dengan sensual, membuat sang istri menggelinjang hebat. “Ouh!” Lizy mengerang dan menjambak rambut Lukas. Dadanya membusung dan wajahnya mendongak. Kring kring kring Tiba-tiba ponsel Lukas berdering, ia berhenti dan meninggalkan cumbuannya. Kemudian menjauhi Lizy dan meraih ponse

