Dalam kamar besar itu, dengan kelambu yang mengelilingi ranjang berwarna merah. Berkibar tertiup angin dari jendela kaca yang terbuka, bersama gorden putihnya yang tertiup. Di atas ranjang, Lukas sedang bersandar di kepala ranjang dan dengan d**a telanjangnya, yang sedikit kecokelatan dan terlihat mengkilap. Wajah tampannya bersandar, dengan keringat di dahinya dan rambut depan yang basah. Mata tajamnya pun terpejam. “Kita tak perlu bulan madu,” suara halus Lizy menyapa. Lukas membuka matanya dan menatap Lizy yang sedang bersandar di dadanya. Dengan rambut berantakan, wajah berkeringat dan tatapan sayu. Juga selimut yang menutupi tubuhnya sampai d**a. Tangannya menyentuh d**a Lukas, dengan jari-hari lentiknya yang menggerayangi d**a bidang Lukas. Lizy mendongak, mencium rahang Lukas ya

