Beberapa menit ia tiba di lantai paling atas, setelahnya langsung keluar dan berjalan menuju ruangan Lukas. Sambil mengulas senyumannya, Lizy membayangkan apa yang akan mereka lakukan di dalam ruangan Lukas. Tok tok tok Lizy mengetuk pintu ruangan Lukas, karena di depan tak ada sekretarisnya. Karena merasa tak ada sahutan, Lizy mencoba memutar knop nya hingga terbuka. Secara perlahan gadis itu membuka pintunya dan melongokkan kepalanya ke dalam. Lukas sedang berkutat dengan pekerjaannya dan nampak serius, bahkan tak menyadari keberadaan Lizy sama sekali. Dengan berani Lizy masuk dan menghampiri Lukas, berdiri di depan meja pria tampan itu. "Calvin memberikan berkas ini, dia bilang tak bisa mengantarnya langsung," kata lizy. Lukas menghentikan pekerjaannya kemudian mendongak, menatap

