Letti sudah berada di kamar pasien. Kondisinya sudah stabil, kini tinggal menunggu untuk kesembuhan kaki dan tangannya. Ino sangat memperhatikan kondisi istrinya. Ia tak ingin meninggalkan Letti barang sedetik pun. Semenjak wanita itu sadar, Ino masih setia disana untuk menemani. Meski beberapa teman menawarkan diri untuk menggantikannya. Lelaki itu selalu menolak setiap tawaran. Ia menjalankan pekerjaannya dari kamar pasien. Laptop, dan ponselnya berada diatas meja. Ia memeriksa email masuk dari asisten dan teman-temannya. Beberapa laporan perusahaan juga ada disana. Letti masih harus beristirahat untuk beberapa waktu. Wanita itu hanya membuka mata hanya pada saat makan dan minum obat. Selebihnya ia hanya tidur agar kondisinya cepat pulih. Tak jarang Alletta datang bersama Jiel. Mer

