Hari ini Letti sudah diperbolehkan untuk kembali kerumah. Kondisinya sudah membaik dari sebelumnya. Ino juga sudah berusaha menjadi suami siaga. Ia selalu menjada istrinya itu, berada disamping Letti adalah hal utama untuk lelaki itu. "Han, sampai rumah langsung istirahat aja dulu. Queen nanti biar aku yang ajak ke kamar buat ketemu sama maminya," ujar Ino. "Iya, makasih ya, yang." Wajah sedih itu tak dapat disembunyikan, kehilangan seirang anak memang bukan hal mudah untuk Letti. Wanita itu mencoba untuk tetap tenang meski hatinya terluka. Tak hanya Letti, Ino sebagai suami pun merasa gagal dalam menjaga istri dan anaknya. Tak seharusnya ia mengizinkan Letti untuk pergi sendiri. Kini hanya ada penyesalan didalam dirinya. "Yang, nanti mampir beli Hokben ya?" pinta Letti. "Oke,

