"Apa... Kamu di tabrak dan kamu malah takut sama dia?" seru Serim sambil memperhatikan tampilan Numa yang berantakkan. Kebetulan Yunia juga sedang di rumah. Dan kini ia juga memahami bahasa tangan Numa tanpa perlu Serim jelaskan "Aku teringat kata Kak Serim untuk jangan mengobrol dengan orang asing. Apalagi Kakak tampan" Numa curhat ala-nya Yunia mendelik kearah Serim. Jadi Numa lari gara-gara Serim yang nakut-nakutin tentang cowok oh... oh... Gimana kalau nanti Numa dewasa jadi gak mau pacaran dan trauma sama cowok Serim tersenyum sambil menggaruk tengkuknya "Habis yang ganteng suka PHP. Kayak... Ayahnya Yara, Iyahkan... Iyahkan..." Yunia menggeleng, tunggu kenapa Serim jadi kaitkan masalah pribadinya ke'rasa trauma. Gak semua cowok ganteng itu fakboy,ya... Lagian kalau kelakuannya b

