"Yun... Lo mau bawa Yara pulang, beneran?" Serim mencoba mengejar Yunia dengan susah payah. Setelah demam Yara sudah turun. Dan ia juga sudah siuman. Yunia langsung membawa Yara pergi dari sini. Tanpa pemeriksaan test darah yang dianjurkan dokter. Ia bahkan tidak mau menanda tangani proses pemeriksaan lanjutan Yunia hanya tidak siap, ia takut dengan hasilnya. Ia yang paling tahu bagaimana melihat ayahnya menahan sakit sewaktu kemotherapi. Telah lama berjuang, namun akhirnya pergi juga... Yunia hanya ingin yang terbaik untuk Yara. Mungkin jalan lain akan ia tempuh, tapi jangan sampai melakukan proses menyakitkan itu. Sambil menggendong Yara yang terlelap. Tak hentinya ia berdoa 'Tuhan, KAU telah memberikan Yara padaku. Jadi aku mohon beri aku kepercayaan untuk juga merawatnya sampai ia tu

