Yunia sampai di kostan pinggir kota. Tempat itu begitu sunyi layaknya tidak berpenghuni. Miki membuka pintu. Nampak seseorang tergeletak di kasur seraya berusaha terpejam Beberapa hari ini baik Miki dan Bio bergantian merawat Dony. Ia melangkah masuk dengan di ikuti Yunia "Miki, Mik... Itu lo?" suara Dony berat. Yunia menangkup mulutnya Inikah lelaki yang ia cari sejak kemarin, ia nampak tidak baik-baik saja. Badannya mengeluarkan peluh di sertai darah yang entah meski telah diperban sedemikian rupa. Satu dua tetes darah terus keluar. Sedang Dony sama sekali tidak makan. Katanya, biar ia mengeluarkan semua darah Raymond yang ada padanya Meski mungkin itu mustahil Yunia segera bersimpuh di pinggir kasur. Tangannya membelai surai Dony "Kak," panggilan itu membangunkan Dony. Ia melirik

