Sixty Four

1881 Kata

Dony kembali mendekati Yunia. Tapi bukan untuk mencumbuinya, sayang sekali kali ia betul-betul tidak bisa melanjutkannya. Dony jadi memakai jeansnya kembali. Dan memasang gesper. Untung kaosnya ia cangklongkan di bahu kiri Ia tahu Yunia kecewa, untuk itu Dony membelai rambutnya perlahan "Kakak pergi dulu,ya" sikapnya jadi sangat baik. Ia terus memasang senyum meyakinkan Yunia tidak ada yang perlu ia khawatirkan. Meski langit bergerumuh angin topan. Cintanya cuma akan milik Yunia "Kakak mau pergi?" beo Yunia hambar. Dony mengangguk pelan. Ia melirik bukit kembar Yunia yang masih mengintip dari balik bajunya "Hm, sini biar aku kancingin!" tangannya berjalan kesana. Yunia jadi menjauhkan tubuhnya. Kata menutupi tubuh Yunia jadi suatu yang aneh jika itu disampaikan dari bibir Dony Keduany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN