"Janji, janji apa?" Yunia hanya sedang berlagak amnesia. Ia sampai memasang wajah tidak paham dengan maksud Dony. Tapi tangan Dony segera melingkar di bahunya. Dua orang dewasa begitu menginginkan satu sama lain dan hanya duduk di sofa hingga malam berganti pagi. Bukankah itu sangat membosankan. Merekakan bisa saling berbagi kehangatan, cukup merangkul dan bergumul di atas peraduan "Aku mau minta tiga permintaan!" ucap Dony. Yunia jadi menatapnya kesal "Kamu fikir aku jinnya alladin yang bisa mengabulkan tiga permintaan," protesnya. Meski sebenarnya Yunia sanggup mengabulkan lebih dari itu asal permintaannya keluar dari bibir Dony Dony cuma menyatukan kepala mereka sebentar, suara ketukkan halus menyapa. Sesekali juga menciumi rambut Yunia. Cowok itu sangat menyukai harum sampo yang men

