Fifty Nine

1791 Kata

Dony jadi menyinggulkan senyum tipis. "Waktu itu aku," ia tidak mungkin bisa melupakan perasaan bahagia yang terbit sesaat mengecup birai adik kelasnya itu. Wanita yang saat ini juga sebagai ibu dari anaknya "Aku menyukainya, aku tergila-gila dan rasanya ingin terus mengulang kembali!" balas Dony menggebu. Ia menatap Yunia yang sedang menekan lukanya sendiri memakai handuk. Saat semua darah itu sudah hilang barulah nampak sebuah pecahan menancap tepat di pelipisnya. Dony terperangah. Jika dibiarkan, itu akan membuat darah kembali mengucur Dony mencabut pecahan beling itu dengan hati-hati. "Sakit?" tanya Dony. Yunia menggeleng seperti biasa. Ia Mencoba kuat demi Dony "Kamu tahu Kak, Kenapa aku mencintaimu. Karena sejak awal bertemu kita memang ditakdirkan untuk bersama aku percaya jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN