Dony sampai di depan pintu unit. Ia jadi bingung, kenapa pintunya malah terbuka. Artinya Yunia memang belum pernah keluar dan masih ada di dalam. Perlahan ia menyingkap pintu. Berjalan mengendap-endap, semakin masuk perasaannya makin gak enak. Apalagi pintu kulkas masih terbuka. Tidak mungkin bukan Yunia seceroboh itu? 'Mana Yunia?' Ia menoleh sebelum suara teriakkan Yunia dan bunyi dentang pot pecah mengagetkannya "Tolong... Pranggg!" berkat tangannya yang bergeriliya ke segala arah. Yunia jadi bisa menjatuhkan vas bunga yang ada di meja kamar Yara. Namun sialnya pecahannya malah mengenai pelipisnya "Ahk... ahk...!" Ia merasa darah mengucur dari jidat. Rasa perih begitu tidak tertahan, beruntung ia sempat merapatkan netra sehingga matanya tidak terkena pecahan beling Sedang Dony langs

