Sixty One

1504 Kata

"Kak, untuk apa kita membeli pistol itu?" Yunia tiba-tiba merasa ngeri. Apalagi, Dony nampak biasa. Wajahnya masih datar seolah tanpa beban. Terlintas perasaan asing, tapi Yunia berpegang teguh pada keyakinannya jika Dony yang terbaik baginya. Iyahlah... Baru diginiin, di ghosting bertahun-tahun saja kuat "Kamu mau coba memakainya?" Dony memutar pegangannya. Membuat Yunia menutup mata lekat. Takut kalau peluru-peluru itu muntah dari ujung benda itu "Hahaha... Buka matamu. Ini sama sekali tidak berbahaya," kata Dony percaya. Ia jadi kepingin mengajarkan Yunia memakainya. Dony memberhentikan mobil di tempat sepi "Turun yuk, aku ingin memberikan les kilat buat kamu!" Meski Yunia menolak. Tapi Dony terus memaksa. Pada akhirnya ia turun. Itupun harus ditarik Dony "Sekarang berdiri yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN