Fifty Four

2009 Kata

Bisa tidak cowok itu betul-betul diandalkan untuk menjaga Yara. Sekalian Yunia ingin tahu. Gimana,ya reaksinya melihat Yunia jalan sama cowok lain. Apa Dony bakal cemburu sama dia. Segera Yunia memberikan pengertian ke Yara "Yara kesini..." ia melambaikan tangan ke Yara yang sedang asik nonton "Iyah, Mama" sahutnya santun. Yara juga duduk tenang di hadapan Yunia. "Duduk sini" Yunia menunjuk pahanya. Yara langsung berlari menomprok mamanya "Yara kalau nanti mainnya di temenin Papa mau gak?" Yara mendongak. "Mau, Ma. Sama Mama jugakan?" "Hm, enggak... Mama ada urusan sebentar boleh gak, jadi Yara sama Papa ajah" katanya seraya menyisir rambut Yara. Karna sakit, anak itu jadi kurang pertumbuhannya. Termasuk rambutnya yang tipis. Mungkin setelah ini Yunia harus membicarakan tentang peny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN