"Kakak betulan gak mau pergi, walau aku sudah mengusirmu berkali-kali?" Pertanyaan sangat polos itu terlontar, dan bikin Dony menyinggulkan senyum. "Sejak kapan aku mau menuruti perkataan orang lain. Aku punya pendapatku sendiri. Dan aku sudah memutuskan untuk tetap disini," ia mengatakannya seraya telunjuknya membelai d**a Yunia melewati belahan itu dengan gerakkan menggoda Kontan Yunia jadi menegang. Ia ikut menyentuh dadanya yang berdetak kencang. Meraup jemari Dony supaya tidak lagi bermain disana. Kini Dony terlihat ingin kembali mencumbui bibir Yunia, gerakkannya sudah menandakan kalau lelaki itu berniat mengecup birai bernuansa polos milik Yunia sekali lagi. Namun kali ini wanita itu tidak mengelak. Yunia malah melingkarkan tangan di tenguk Dony. Membuat Dony sepenuhnya jatuh

