Hanya satu malam saja Faisya dan Akbar menginap di rumah Kakek Nenek karena setelah sarapan tadi, Akbar meminta Faisya berkemas karena mereka akan pergi. Tentunya Faisya sebagai seorang istri harus mengikuti ke mana pun suaminya pergi, ia bukan lagi perempuan single yang bisa ke mana-mana tanpa izin. Mau suaminya pergi ke ujung dunia pun, dengan keikhlasan hati ia akan ikut. Faisya belum tahu mereka akan pergi ke mana, suaminya itu kebiasaan sekali. Dari sebelum mereka menikah sampai kini mereka menikah, selalu saja membuatnya kesal karena tidak mau memberitahu padanya ke mana mereka akan pergi. Seakan kalau memberitahukan padanya itu tidaklah penting. Bukannya merasa bersalah dan langsung memberitahu mereka akan pergi ke mana ketika Faisya marah, Akbar malah terkekeh. Seakan-akan marahn

