Tak terasa, sudah lebih dari dua bulan Faisya dan Akbar mengarungi bahtera rumah tangga. Hanya tinggal berdua di sebuah rumah yang beberapa bulan lalu Akbar beli sebelum keduanya menikah. Menjadi seorang istri tentu saja tak semudah yang Faisya bayangkan, ia harus bangun pagi sekali untuk menyiapkan sarapan suaminya sebelum sang suami bekerja dan dirinya kuliah. Ya, walaupun ia hanya bisa menyiapkan seputar makanan yang digoreng seperti telur goreng, tempe goreng dan makanan lain yang mudah untuk dimasak. Jika makanan yang pembuatannya ribet, biasanya Akbar yang memasak. Faisya sendiri jadi iri pada suaminya yang pandai memasak, sedangkan ia tak pandai dan bisa dikatakan ilmu memasaknya benar-benar parah. Masih baik tak terlalu parah seperti orang yang masak air hingga gosong, jika saja ia

