Tepat hari ini, Faisya dan Ica sudah bersiap-siap. Apalagi alasan mereka jika bukan untuk memulai penyelidikan? Mencari tahu ke mana selama ini Akbar pergi selain ke kantor. Keduanya masih berada di rumah masing-masing, tetapi begitulah gencar berbalas pesan. Merencanakan apa yang akan mereka lakukan nanti, tetapi tidak sekarang karena Akbar masih ada di rumah. Faisya sendiri bersikap biasa-biasa saja, seakan tidak ada hal yang ia khawatirkan. Ia begitu pandai berakting kalau suaminya yang sering pulang terlambat itu sama sekali tidak masalah baginya, begitu pandai berpura-pura menjadi istri idaman yang begitu penyabar. Padahal, kenyataannya ia tak sesabar itu, terselip rasa takut dan curiga ketika semakin hari sikap suaminya makin aneh. Seperti biasanya, Faisya selalu menyiapkan secangk

