Ica sudah menunggu di dalam mobil, mobilnya ia hentikan di depan gerbang rumah Faisya agar memudahkan mereka untuk pergi nantinya. Hingga tak lama kemudian Faisya muncul dengan bajunya yang seperti biasanya, tanpa menunggu waktu lama lagi Faisya langsung memasuki mobil Faris yang memang Ica pinjam. Keduanya sama-sama meminta izin ingin jalan berdua pada suami masing-masing, tanpa kedua pria itu tahu kalau yang sebenarnya terjadi adalah Faisya dan Ica tengah menguntit Akbar. Faisya bukannya tidak percaya pada suaminya, tetapi ia merasa perlu tahu apa yang Akbar lakukan di belakangnya. Ia berniat mengikuti tanpa pria itu tahu kalau ia tengah menguntit. Kepercayaan adalah sebuah fondasi dalam suatu hubungan, Faisya berusaha percaya pada Akbar. Namun, seiring berjalannya waktu, sikap pria it

