Faisya memilih tak pulang ke rumah, melainkan ke rumah kakek neneknya. Ica mengerti dengan perasaan Faisya saat ini, maka dari itu ia lebih memilih menjalankan mobilnya menuju rumah kakek neneknya tanpa perlu banyak bicara lagi. Sebenarnya, Ica menahan rasa geramnya saat tadi melihat serta mendengar percakapan Akbar dengan wanita yang ada di ruangan itu, tak menyangka kalau ternyata Akbar bisa berbuat seperti itu. Ia tidak akan pernah mengampuni Akbar karena telah menyakiti hati sepupunya, ia akan memberi pelajaran. Tak akan ia biarkan Akbar menemui Faisya, biar saja pria itu pergi bersama wanita lain itu asal tak selalu menyakiti hati Faisya. Di perjalanan mereka pulang, Faisya sama sekali tidak membuka suaranya dan hal itu membuat Ica khawatir. Ia lebih baik mendengar Faisya menangis,

