34

536 Kata

Aku tidak menyalahkan Xander jika tidak menyadari perubahan badanku, aku yang pemilik badannya saja tidak akan tahu jika tidak menatap cermin berjam-jam untuk menyelidiki tubuhku.  “Tadinya aku ingin memberi tahumu secara pribadi.” Ucapku pada Xander yang masih menatapku  secara bergantian dengan perutku. Aku tersenyum geli melihatnya. “Sejak kapan?” Tanyanya dengan suara serak. Aku menghitung dalam hati, “Aku sudah tidak pernah mendapatkan datang bulan sejak pergi ke Melbourne, sekitar dua bulan yang lalu.” “Dan kau baru memberitahuku sekarang?” Tanyanya marah atau mungkin tersinggung. “Aku bahkan tidak akan tahu jika Kiara tidak menebak kehamilanmu.” “Aku baru sadar kemarin malam.” aku menghela napas khawatir karena Xander tidak menginginkan anak ini. Dia terlihat tidak menerima ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN