Aku berlari dipadang rumput. Tidak ada apapun disana selain rumput ilalang yang tinggi. Dengan perlahan tanganku menyibak rumput yang menghalangi pandanganku dan melihat dua orang anak perempuan yang sedang bermain dengan seorang wanita. Kedua gadis kecil itu berebut ingin duduk dipangkuan wanita itu setelah puas berlari kesana-kemari. Aku terus berjalan mendekat hingga jarak memungkinkan untuk melihat wajah mereka dengan jelas. Wanita itu adalah ibuku yang terlihat beberapa tahun lebih muda dari sekarang, dan kedua gadis kecil itu tidak lain adalah aku dan kakakku. Saat ibuku mendudukan aku yang masih kecil dipaha kanannya dan Kakakku di paha kirinya ia berkata sambil mengelus kepalaku. “Ingatlah, kalian tidak perlu memperebutkan apapun. Masing-masing dari kalian memiliki anugerah yang

