Aku terbangun merasakan ciuman di sepanjang punggungku. Xander berbaring menyamping di belakangku. Tangannya meremas payudaraku dengan lembut sambil menggigit pelan bahuku dari belakang. Aku mengerang. “Xander, hentikan.” “Kau malas sekali.” Ucapnya dengan geli. Tangannya turun membelai bokongku yang telanjang dibalik selimut. “Kau membuatku terjaga hingga jam 3 pagi!” seruku kesal. “Itu salahmu karena terus menggodaku.” Semalam saat kita selesai melakukan untuk ketiga kalinya aku berniat untuk membersihkan diri sebelum aku terlelap. Aku berdiri menuju kamar mandi dan sekembalinya ke ranjang Xander tiba-tiba menyerangku lagi dan menyalahkanku karena aku berjalan tanpa mengenakan pakaian yang membuat hasratnya naik lagi hingga akhirnya kita berhenti saat sama-sama merasa lelah dan men

