19

968 Kata

Saat aku membuka mata keesokan harinya aku mendapati tempat disampingku kosong dan dingin. Xander sudah bangun sejak lama kalau begitu. Aku langsung bergegas mandi saat melirik jam sudah menunjukkan pukul 9 dan jadwal penerbanganku dua jam lagi. Setelah berpakaian aku menghubungi Xander yang langsung ia jawab tidak lama setelah tersambung. "Kau sudah bangun?" Tanyanya dengan lembut. "Aku akan pergi ke rumah Lexy." Ucapku tanpa basa-basi. Aku masih kesal dengannya. "Aku tidak meminta ijinmu. Aku hanya memberitahu." Dia menghela napas berat. "Caine akan ikut denganmu. Aku akan bertelepati dari sini." Aku tahu dia berusaha mengalah karena berpikir aku masih marah padanya. Aku menutup telepon setelah mengucapkan terima kasih dengan singkat dan membuka aplikasi suara untuk mengedit sesuat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN