Selama berada di dalam pesawat aku menghabiskan waktuku dengan tertidur. Saat terbangun aku menonton film tanpa memperhatikan cerita, memakan makanan apapun yang ditawarkan pramugari dan mencoba untuk tidur kembali setelah bosan melakukan keduanya. Apapun yang bisa aku lakukan untuk mencegah perasaan rinduku pada Xander. Hatiku perih memikirkan perasaannya saat ia tahu aku pergi darinya. Aku menggeliat senang karena penyiksaan selama sekitar 20 jam ini telah berakhir dan melangkah terburu-buru keluar dari pesawat. Secepat kilat berjalan keluar dari bandara dan menghentikan sebuah taksi. Lalu mengatakan alamatku pada sang supir. Aku melihat jajaran gedung yang menjulang dengan tinggi sepanjang jalan. Pemandangan yang tidak aku dapatkan di Lexington. Aku menekan tombol untuk menurunk

