25

888 Kata

 “Karl, dia masih belum pulang?” Tanyaku pada Karl yang kebetulan berpapasan denganku. Dia menggeleng. “Tidak ada satupun dari mereka yang pergi menerima teleptaiku. Mungkin sedang sibuk mengurus sesuatu.” Aku tersenyum kecil. “Baiklah, trims.” Lalu aku melanjutkan perjalanku menuju balkon dan membuka pintu balkon membiarkan udara malam masuk menyerbu. Xander belum pulang sejak ia pergi tadi pagi. Pengawal di rumah ini sedang berpatroli dibawah. Hilir-mudik dibawah tempat aku berdiri. Itu menjadi pemandangan yang sudah terbiasa aku lihat semenjak tinggal disini. Aku sama sekali tidak diizinkan keluar rumah. Xander sangat tegas menentang keinginanku untuk keluar menemui Lexy. Aku merengek saat minta izin padanya. Mengingat percakapan tadi membuatku kembali kesal pada Xander yang seena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN