Aku hanya bisa berbaring, tanpa sedikitpun bisa tertidur. Hari mulai larut, pikiranku kian kacau. Pramusaji dari instalasi gizi rumah sakit bergantian mengantarkan makanan untukku. Tapi tidak satupun makanan itu kusentuh. Hingga hari selarut ini, perutku masih kosong. Mataku terpejam, namun tidak kunjung tertidur. Padahal sudah beberapa jam yang lalu, aku mencoba untuk tertidur. Berusaha menghilangkan pikiran-pikiran negatif, pikiran yang kacau balau, dan pikiran kusut yang merusak pola pikirku. Mataku terbuka, namun entah melihat kemana. Di depanku saat ini hanyalah bed kosong, lengkap dengan bantal dan selimutnya. Kepalaku terus saja menyebutkan nama Jessi. Berusaha mencari tahu, siapa wanita itu. Ingin rasanya mencari tahu siapa dia, namun aku sudah tidak sanggup. Kepalaku yang

